Perfect is An Imperfection
"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh." (QS. Al-Ahzab: 72)
Dan taraaa hadirlah si manusia yang merasa paling... dahulu kala dirinya dengan amat mudah berkata aku bisa disana, aku akan buat ini dan buat itu, aku yakin, aku mau disitu, kalian harus percaya dengan kita bersama sama akan... Panjang dah kata-katanya
Lalu ditimpa dengan kehadiran dirinya yang tidak pernah sadar dengan keberadaan tanggungjawab, "kurangnya sadar diri" kata kata ini sangat pantas diucapkan. setelah mendapatkan sesuatu ia lupa akan kewajiban serta amanah didalamnya, mau gimanapun Lika liku beratnya perjuangan bukankah itu konsekuensi yang harus diterima atas pilihan yang sudah diambil? Bolehkah berhenti ditengah, memilih untuk sudah akhiri kisah ini, wah mau se-tragis apa kisah ini, jika nahkoda kapal saja sudah menyerah bagaimana dengan awak dan penumpang.
Kalau dibilang nggak mau ngaca, hati tak terima, padahal punya cermin, bukannya intropeksi malah lontaran kata kata pembenaran dan pembelaan yang muncul, kata kata yang tak mengasilkan sesuatu karena sejatinya sebagai tameng untuk diri biar aman. Iya bukan?
"Sudahlaaa, mau disesalin juga tidak bisa, sudah berlalu, bagus dijalani dengan sebisa mungkin" kita sedang tidak membahas penyesalan, karena tak berujung dan tak ada efeknya jikalau hanya itu saja tanpa adanya introspeksi ingin berubah.
"Dijalani dengan sebisa mungkin?" Bukankah ini sebuah kepasrahan, kata katanya terdengar seperti yang penting selesai seadanya saja. Boleh kita balik ke point awal, bukankah kata malu pantas untuk dilontarkan... MALU. bagaimana bisa diawal dengan sangat ambisi, bersemangat dan yakin lalu dengan sepasrahnya berbicara sebisa kita saja yah... MALU.
Tahu tidak akhir kisah ini? Hidup ini proses yang harus diperjuangkan, pasrah bukan suatu akhir yang bagus, tapi mau sadar diri, intropeksi, dan yang terakhir berusaha sekuat tenaga jangan lupa ingat kita manusia, memang kita bukan makhluk yang sempurna serba bisa tapi hidup ini pilihan, kita yang memilih maka seharusnya kita juga yang bertanggung jawab.
Sempurnanya perjalanan manusia itu karena ketidaksempurnaan tadi, termasuk didalamnya ketidaksempurnaan menjalankan pilihan yang sudah dipilih dan diperjuangkan.