For The One Who Still In My Heart

Jujur aku tak tahu rasa apa yang sebenarnya ada didalam hati ini, rasa yang membekas sekalipun tidak ada kenangan yang berkesan didalamnya bagimu.

Setiap makhluk diciptakan berpasangan-pasangan, dan kau bukan pasanganku... Hal itu tak Ter-elak lagi bukan? Garis takdir sudah membawamu bersama seseorang yang memang disatukan untukmu.

Hati ini rasanya aneh, gundah, gelisah, namun sering biasa saja... Boleh jujur aku penasaran dengan sudut pandang mu terhadapku tapi itu tak pantas lagi untuk dibicarakan, nothing will change, you're still with her.

Entahlah keberanian mana yang muncul saat berada di dekatmu, bertingkah aneh layak tubuh yang tidak bisa dikendalikan benar benar diluar jangkauan.

Duh, malu rasanya tuhan, bagaimana bisa aku bertingkah seperti itu didepan tuan itu.
Satu yang pasti, mau bagaimanapun rasaku itu tidak akan merubah apapun.

Mungkin perwujudan dari sayang itu adalah benar membiarkan orang yang kita sayang menemukan kebahagiaannya sekalipun bukan bersama kita. 

Layaknya sinetron yang tayang di televisi, aku menyaksikan dirimu melintasi kehidupanku namun tak ditakdirkan bersamaku, kau hanya sepenggal pelajaran dalam jalannya kisah hidupku.

Aku masih kagum denganmu, sekalipun dengan kisah burukmu yang selalu aku dengar, doaku teruslah sukses dan berbahagia selalu seperti ucapmu padaku.

Senyum hangatmu menyambut semua orang tapi aku terpikat sendiri, seakan ada magnet yang membuatku ikut tersenyum kembali kepadamu dan merasa itu hanya ditujukan  padaku. Candamu yang candu usik dalam ingatanku berbisik hingga tertawa sendiri, selamat itu bukan untukku.

Kisah ini berkesan hanya di ingatanku, tak apa kamu adalah pembelajaranku. Aku berharap rasa yang masih ada ini bisa segera hilang sebagaimana pucuk yang tak pernah merindukan daun yang jatuh darinya, bedanya pucuk dan daun memang saling terhubung sebelumnya, tapi kita tidap pernah bersatu sebelumnya bahkan seterusnya.

Postingan populer dari blog ini

Perfect is An Imperfection

Cintaku